BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa
ini kita menyaksikan bahwa kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara sedang mengalami perubahan. Dan kita juga menyadari bahwa faktor
utama yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah nilai-nilai
kehidupan baru yang di bawa oleh negara maju dengan kekuatan penetrasi
globalnya. Apabila kita menengok sejarah kehidupan manusia dan alam semesta,
perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu hal yang wajar, serta alamiah, dalam
dunia ini yang abadi dan kekal itu adalah perubahan. Berkaitan dengan wawasan
nusantara yang syarat dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia dan di bentuk
dalam proses yang panjang melalui sejarah perjuangan bangsa, apakah wawasan
bangsa Indonesia tentang persatuan dan kesatuan itu akan terhanyut tanpa bekas
atau akan tetap kokoh dan mampu bertahan dalam terpaan nila-nilai global yang
menantang Wawasan Persatuan bangsa. Tantangan itu antara lain adalah
pemberdayaan rakyat yang optimal, dunia yang tanpa batas, era baru kapitalisme,
dan kesadaran warga negara.
Geo
politik Indonesia di artikan sebagai system politik dalam wujud kebijaksanaan
serta strategi nasional yang di dorong oleh aspirasi nasional geografik,
sedangkan Wawasan Nusantara yang Secara geografis nya Indonesia mempunyai
ciri khas yaitu berada diantara dua samudera, samudera Hindia dan Fasifik.
Antara dua benua, benua Australia dan Asia. Indonesia berupa kepulauan sehingga
disebut Benua Maritim Indonesia, atas dasar ini maka dikembangkan geopolitik
nasional, Wawasan Nusantara sebagai Pancaran Falsafah Pancasila diyakini
sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Konsep
wawasan nusantara berpangkalan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila
pertama Pancasila yang kemudian melahirkan hakikat misi manusia Indonesia yang
menjabarkan sila-sila berikutnya. Wawasan nusantara sebagai aktualisasi
falsafah Pancasila menjadi landasan dan pedoman bagi pengelolaan kelangsungan
hidup bangsa Indonesia.Wawasan Nusantara juga
merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD
1945,yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya
dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam
meyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pengertian Wawasan Nusantara Menurut Prof.Dr.
Wan Usman, Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri
dan tanah air nya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang
beragam.
Kemudian
Menurut Kel. Kerja LEMHANAS 1999 Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan
sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan
bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan
kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermsyarakat, berbangsa dan
bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
Sedangkan
Menurut Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN Wawasan Nusantara
adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya
dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam
menyelenggarakan kehidupan bermsyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk
mencapai tujuan nasional.
Kekayaan
Alam Nusantara yang ada di Tanah Air ini begitu banyak yang berpotensi tinggi
serta menarik dan mempunyai peranan cukup besar dalam pemasukan devisa Negara
sehingga sektor pariwisata pun merupakan salah satu pemasok devisa Negara yang
cukup besar. Hal tersebut terjadi juga di salah satu propinsi di negara kita
yaitu propinsi Bali. Bali merupakan salah satu tujuan utama para wisatawan dari
berbagai belahan bumi. Begitu kuatnya daya tarik Bali sebagai daerah pariwisata
paling terkenal di negara kita, sehingga apabila musim panas tiba pada bulan
Juni dan Juli pada belahan bumi sebelah utara (Eropa dan Amerika Utara), banyak
yang memilih Bali sebagai tempat mereka berwisata.
Begitu
juga dengan Kabupaten Kuningan adalah salah satu kabupaten di Propinsi Jawa
Barat yang memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata dibandingkan dengan
daerah-daerah disekitarnya seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Ciamis.
Hal ini tidak terlepas dari kekayaan Alamnya akan obyek dan daya tarik wisata
yang alami dan menyegarkan “naturally and freshly” dengan background Gunung
Ciremai. Berkembangnya sektor pariwisata, mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya
sektor jasa dan perdagangan di sekitar obyek wisata tersebut.
Desa
Jagara merupakan salah satu daerah wilayah diselatan Kabupaten Kuningan yang
memiliki potensi alam dengan keindahan alamnya yang sangat bagus karena
dikelilingi oleh bukit–bukit dan berada di kaki Gunung Ciremai. Waduk
Darma adalah sebuah waduk/
danau yang terletak di sebelah barat daya dari kota Kuningan,
tepatnya di desa Jagara,
Kecamatan Darma dan
pada lintasan jalan raya Cirebon-Kuningan-Ciamis.
Objek Wisata Waduk Darma ini menempati areal seluas ± 425 ha, dikelilingi oleh
bukit dan lembah serta pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk.
Kapasitas genangan air maksimal ± 39.000.000 m3. Jarak obyek Waduk Darma ini
adalah ± 12 km dari kota Kuningan dan
dari ± 37 km dari kota Cirebon.
1.2
Tujuan
Tujuan
utama makalah ini dibuat adalah untuk memenuhi Tugas Akhir Materi PKN jurusan
Ilmu Hukum Fakultas Hukum serta sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Akhir
Semester Gasal jurusan Fakultas Hukum, dengan Tema Geo Politik dalam Persepektif
Wawasan Nusantara, selanjutnya saya memilih topic tentang Objek Wisata Waduk
Darma.
Disamping
itu makalah ini juga dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk mempromosikan
Objek wisata Waduk Darma kepada seluruh Masyarakat baik masyarakat Kabupaten
Kuningan khususnya maupun Daerah Jawa Barat umumnya, serta Masyarakat diluar
daerah Jawa Barat agar dapat mengetahui keberadaan daya tarik yang terdapat
pada Objek Wisata Waduk Darma, sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung
dan pendapatan Waduk darma itu sendiri.
Dengan
adanya makalah ini diharapkan nantinya dapat mewujudkan masyarakat Kabupaten Kuningan
yang lebih sejahtera melalui Pariwisata yang berbasiskan Sumber Daya Alam,
Budaya dan Agama yang lestari, serta dapat mengoptimalkan pemanfaatan potensi
Pariwisata yang berada didaerah Jagara, Kabupaten Kuningan-Jawa Barat. Kemudian
dapat juga untuk membuka Lapangan Pekerjaan khususnya untuk masyarakat sekitar
Objek Wisata Waduk Darma, dengan demikian diharapkan agar dapat menjaga
kelestarian Alam dan Budaya, serta menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai daerah
tujuan Wisata yang Aman, nyaman dan dikenang oleh wisatawan.
BAB II
RUMUSAN
MASALAH
2.1
Permasalahan
Dari
latar belakang diatas saya menemukan beberapa permasalah yang terjadi pada Objek
Wisata Waduk Darma yang ada didaerah Kabupaten Kuningan, diantaranya:
1) Masalah-masalah
apakah yang dihadapi Objek Wisata Waduk Darma?
2) Apakah
daya tarik yang terdapat dalam Objek Wisata Waduk Darma?
3) Bagaimana
upaya untuk memajukan Objek Wisata Waduk
Darma?
2.2
Isi Pembahasan
2.2.1 Masalah-masalah
yang dihadapi Objek Wisata Waduk Darma.
Berbagai
macam Masalah yang dialami oleh Objek Wisata Waduk Darma diantaranya, Objek
Wisata Waduk Darma ini belum bisa memberikan kontribusi yang berarti terhadap
pendapatan asli daerah Kabupaten Kuningan, karena Objek
Wisata Waduk Darma ini tidak banyak memiliki fasilitas hiburan dan
tempat bermain. Untuk saat ini saja fasilitas yang terdapat di kawasan Objek
Wisata Waduk Darma hanya tersedia tempat duduk untuk menikmati udara dan
pemandangan di sekitar waduk, areal camping, kolam renang bagi anak-anak,
perahu motor, dan cottage.
Apabila fasilitas hiburan dan tempat bermain ditambah dan
atau diperbaiki, bukan tidak mungkin pengunjung di Waduk Darma akan bertambah
beberapa kali lipat dari sekitar 3000 orang perminggunya. Dengan penambahan
beberapa fasilitas hiburan, maka pemasukan dana pun bukan hanya dari retribusi
masuk saja, tetapi juga dari fasilitas-fasilitas tersebut. Dan, hal ini tentu
saja akan meningkatkan pendapatan asli daerah, sama seperti tempat-tempat
wisata lainnya di Kuningan, misalnya seperti tempat Objek Wisata Kolam
Pemandian Cibulan, linggarjati,dll.
Selain itu karena adanya perubahan wawasan dan orientasi
pembangunan yang lebih menekankan pada pembangunan kemanusiaan untuk
kesejahteraan bersama namun karena sangat terbatasnya anggaran Pemerintah untuk
pembangunan tersebut, serta besarnya dana pengelolaan jaringan irigasi setelah
pasca konstruksi, menyebabkan dibutuhkannya peran modal sosial dari masyarakat
petani pemakai air untuk ikut berpartisipasi secara aktif sebagai pemanfaat
langsung dari jaringan irigasi. Berdasar fenomena di atas, pemecahan masalah
pengelolaan jaringan irigasi, tidak hanya melibatkan masalah teknis semata,
tetapi juga perlu meningkatkan partisipasi masyarakat. Demikian halnya dengan
partisipasi masyarakat di daerah irigasi Subontoro Kabupaten Mojokerto perlu
ditingkatkan, sehubungan dengan kondisi jaringan irigasi pada saat ini sedang
mengalami penurunan fungsinya, dimana salah satu penyebabnya adalah kurang
optimalnya partisipasi masyarakat. Jika penurunan fungsi tersebut tidak segera
mendapat penanganan serius, akan berdampak pada menurunnya produktivitas usaha
tani dan dan ketahanan pangan Nasional. Bertitik tolak dari hal di atas,
diperlukan strategi peningkatan partisipasi masyarakat, namun sebelumnya
peneliti perlu mengetahui tingkat partisipasi masyarakat yang selama ini belum
teridentifikasi berdasar teori Arnstein. Penelitian ini menggunakan teknik
pengumpulan data purposive sampling dengan sampel diperoleh dari pertimbangan
expert. Sedangkan teknik analisa menggunakan Analytical Hierarchy Process untuk
mengidentitikasi tingkat partisipasi masyarakat dan pendekatan empiris untuk
merumuskan strategi peningkatan partisipasi. Hasil dari penelitian ini berupa
strategi mempertahankan kontrol masyarakat dalam pengelolaan jaringan irigasi
tertier dengan melakukan sosialisasi tata cara berorganisasi dan mengembangkan
kegiatan ekonomi produktif melalui HIPPA. Sedangkan dalam pengelolaan jaringan
irigasi primer dan sekunder diperlukan strategi peningkatan partisipasi dengan
melakukan pemberdayaan dan pendampingan secara berkesinambungan serta
penyusunan pedoman teknis tentang tata cara berpartisipasi bagi semua pengelola
jaringan irigasi.
2.2.2 Daya Tarik
Objek Wisata Waduk Darma.
Waduk
Darma merupakan salah satu objek wisata andalan kabupaten Kuningan, hal ini
dikarenakan Waduk Darma memiliki beberapa daya tarik wisata yang diharapkan
dapat memberikan kenyamanan, kepuasan serta ketenangan bagi para pengunjung
yang datang untuk beristirahat dan menghilangkan kepenatan/kejenuhan setelah
disibukan oleh aktivitas dan rutinitas keseharian.
Disamping
keindahan pemandangan alam yang disuguhkan serta hawa sejuk yang bisa dirasakan
sebagai daya tarik, Waduk Darma juga dijadikan sebagai sarana rekreasi dan
olahraga. Panorama di sekitar Waduk Darma, terutama pada saat matahari akan
tenggelam, menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang datang ke
kawasan Objek Wisata Waduk Darma. Apalagi bila menikmatinya sambil duduk di
perahu yang mengelilingi pulau mungil bernama Munjul Goong yang ada di
tengah-tengah Waduk Darma.
Selain
berfungsi sebagai Objek Wisata, Waduk Darma juga berfungsi sebagai Pasokan
penampung air untuk masyarakat dikitar Waduk tersebut. Pasokan air Waduk Darma sendiri
berasal dari beberapa sungai kecil di sekitar Kabupaten Kuningan, seperti
Sungai Cinangka dan Sungai Cisalak. Setelah terkumpul di Waduk Darma, air
tersebut sebagian digunakan untuk irigasi sawah sampai ke Kabupaten Cirebon,
air tersebut juga dapat dijadikan sebagai tempat Pembudidayaan Ikan dan
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), selain itu sebagian lagi dapat digunakan
untuk kebutuhan air minum oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kota
Kuningan dan di sekitar Kota Cirebon.
2.2.3 Upaya
Memajukan Objek Wisata Waduk Darma.
Pada
umumnya upaya-upaya untuk memajukan Objek Wisata Waduk Darma dapat dilakukan
dengan cara-cara sebagai berikut :
·
Meningkatkan Promosi Objek wisata Waduk
Darma kepada seluruh Masyarakat baik masyarakat Kabupaten Kuningan khususnya
maupun Daerah Jawa Barat umumnya, serta Masyarakat diluar daerah Jawa Barat
agar dapat mengetahui keberadaan objek Wisata Waduk Darma, sehingga dapat
meningkatkan jumlah pengunjung dan dapat meningkatkan pendapatan Waduk darma
itu sendiri.
·
Menambah fasilitas-fasilitas di kawasan
Objek Wisata Waduk Darma seperti menambah fasilitas
hiburan dan tempat-tempat permainan yang Unik serta menarik, agar pengunjung
yang datang mengunjungi Objek Wisata Waduk Darma merasa puas dan merasa
tertarik untuk mengunjungi kembali Objek Wisata Waduk Darma ini. Ditambah
lagi Objek Wisata Waduk Darma harus menambah fasilitas–fasilitas seperti :
Cottage/Bungalau, Motor boat/Perahu, Kids Playground, Gazebo/Gathering Point,
Food Booth, Camping Ground dan Open Stage Performance.
·
Objek Wisata Waduk
Darma harus merenovasi Sarana dan Prasarana yang telah ada seperti, merenovasi Sarana
Pejalan Kaki, Sarana Mainan Anak-anak, dan Villa (Cottage), selain itu mempermudah akses Transportasi menuju Objek Wisata, dan
meningkatkan Mutu Kwalitas Pelayanan jasa seperti, memperbanyak tempat-tempat
untuk peristirahatan.
·
Meningkatkan
partisipasi masyarakat agar Objek Wisata Waduk Darma menjadi Pariwisata
yang berbasiskan Sumber Daya Alam, Budaya dan Agama yang lestari, serta dapat
mengoptimalkan pemanfaatan potensi Pariwisata yang aman, nyaman dan dapat
dikenang oleh para wisatawan.
·
Waduk Darma juga harus menyuguhkan
agenda rutin wisata tahunan yang diisi dengan atraksi kesenian tradisional
seperti : Tradisi Saptonan, Lomba panahan tradisional, lomba rakit/perahu
tradisional, Goong renteng, Gembyungan dan Rudat. Kesemua itu harus disuguhkan
di Objek Wisata Waduk Darma, agar lebih banyak lagi pengunjung yang meminati
dan datang ke kawasan Objek Wisata Waduk Darma.
·
selain untuk berwisata Waduk Darma juga harus
bisa digunakan sebagai tempat untuk mengadakan acara Gathering, Outing/Outbound
bahkan bisa juga dipakai untuk resepsi pernikahan, jadi Objek Wisata Waduk
Darma dapat menjadi Objek Wisata yang melekat dihati pengunjung-pengunjungnya.
BAB
III
KESIMPULAN
Dari uraian di atas
dapat disimpulkan Secara
umum bahwa Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara/nasional,
dalam pengertiannya yaitu cara pandang yang secara utuh menyeluruh dalam
lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.
Tujuan wawasan nusantara tersebut yaitu mewujudkan nasioanalisme yang tinggi dari segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasioanal dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah (kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah tetap dihargai selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak).
Tujuan wawasan nusantara tersebut yaitu mewujudkan nasioanalisme yang tinggi dari segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasioanal dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah (kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah tetap dihargai selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak).
Kekayaan
Alam Nusantara yang ada di Tanah Air ini begitu banyak yang berpotensi tinggi
serta menarik, salah satunya adalah didaerah Kabupaten Kuningan
merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Barat yang memiliki potensi
besar dalam sektor pariwisata karena memiliki potensi alam dengan keindahan
alamnya yang sangat bagus serta dikelilingi oleh bukit–bukit dan berada di kaki
Gunung Ciremai.
SARAN
Dengan adanya makalah
ini diharapkan kepada seluruh masyarakat khususnya
masyarakat yang berada di daerah Objek Wisata Waduk Darma serta para pengunjung
(wisatawan) agar dapat ikut berpartisipasi untuk menjadikan Objek Wisata Waduk
Darma menjadi Pariwisata yang
berbasiskan Sumber Daya Alam, Budaya dan Agama yang lestari, serta dapat
mengoptimalkan pemanfaatan potensi Pariwisata yang bersih, aman, nyaman dan
dapat dikenang oleh para wisatawan yang lainnya.
DAFTAR
PUSTAKA
.jpg)
